BS AdvisoryBS Advisory
InsightsEvents
ID|EN
Hubungi Kami
BS Advisory
Bhinneka Sentra Advisory — Registered Tax Consultant & Tax Attorney. Unit bisnis Ortax Solutions Center.
Layanan
Tax & Accounting
Transfer Pricing
Global Minimum Tax
Tax Manual & SOP
Tax Control Framework
Payroll & PPh 21
In House Training
Perusahaan
Tentang BSA
Tim Kami
Karir
Events
Resources
Insights
Kantor
Askrida Tower Lt. 1–2
Jl. Pramuka Kav. 151, Jakarta Timur 13210
(021) 85210980
+62 811 1992 0088 (WhatsApp)
solutions@ortax.org
Jadwalkan Konsultasi
Ortax Ecosystem
OrtaxPajakExpressPajak101TaxBase X
© 2026 Ortax Solutions Center · All Rights Reserved
Beranda/Insights/Tax Learning

Bagaimana Kewajiban Administratif GMT Jika Periode Akuntansi Berbeda dengan Entitas Induk Utama?

Dewa Suartama18 September 2026
Ukuran teks
0/0

Penerapan Pajak Minimum Global (Global Minimum Tax/GloBE) di Indonesia membawa konsekuensi administratif bagi grup Perusahaan Multinasional (PMN), khususnya terkait sinkronisasi periode pembukuan akuntansi. Dalam praktik komersial, entitas konstituen (Constituent Entity/CE) yang berkedudukan di Indonesia sering kali memiliki periode pembukuan yang berbeda dengan Entitas Induk Utama (Ultimate Parent Entity/UPE) di luar negeri.

Penentuan Periode

Penerapan GloBE di Indonesia dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 136 Tahun 2024 (PMK 136/2024) dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-6/PJ/2026 (PER 6/2026). Untuk menentukan periode akuntansi, perlu dipahami definisi tahun pajak menurut kedua aturan tersebut.

Pasal 1 angka 60 PMK 136/2024 dan Pasal 1 angka 25 PER 6/2026 mendefinisikan tahun pajak sebagai suatu periode akuntansi yang digunakan oleh UPE dari grup PMN untuk menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi atau jangka waktu 1 tahun kalender untuk UPE dari grup PMN yang tidak menyusun laporan keuangan. Pasal 19 ayat (1) PMK 136/2024 juga mengatur bahwa titik awal penghitungan laba/rugi GloBE adalah berdasarkan laporan keuangan yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi UPE.

Maka dari itu, Pasal 29 ayat (2) PER 6/2026 menegaskan bahwa dalam hal periode akuntansi wajib pajak GloBE (CE di Indonesia) berbeda dengan periode akuntansi UPE yang merupakan subjek pajak luar negeri, wajib pajak GloBE tersebut wajib melaporkan SPT Tahunan PPh GloBE sesuai dengan tahun pengenaan GloBE di UPE.

Selain tahun pajak, dalam administrasi GMT perlu diketahui juga Tahun Pengenaan dan Tahun Pajak GloBE.

  • Tahun Pajak merujuk pada periode akuntansi yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi UPE.
  • Tahun Pengenaan adalah Tahun Pajak saat GloBE dikenakan.
  • Tahun Pajak GloBE merupakan tahun yang dicantumkan dalam SPT Tahunan GloBE.

Implikasi

PMK 136/2024 dan PER 6/2026 tidak mengharuskan CE di Indonesia mengubah pembukuan komersial lokal dan mengikuti UPE. Sebagai konsekuensi, angka laba/rugi dan Pajak Tercakup (Covered Taxes) yang ditarik untuk kalkulasi GloBE adalah data keuangan yang dikonsolidasikan ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasi UPE untuk periode 12 bulan UPE tersebut. Seluruh penghitungan Effective Tax Rate (ETR), penentuan Pajak Tambahan (Top-up Tax), serta seluruh tanggal jatuh tempo kewajiban administrasi dihitung berdasarkan tahun pajak pengenaan GloBE di tingkat UPE.

Kewajiban Administratif

Berikut adalah contoh penentuan kewajiban administrasi dalam hal terdapat perbedaan periode akuntansi antara CE dengan UPE.

  • UPE berkedudukan di luar negeri dengan periode akuntansi 1 April–31 Maret
  • CE (PT A) berkedudukan di Indonesia dengan periode akuntansi 1 Januari–31 Desember
  • Tahun Pengenaan GloBE pertama: 1 April 2025–31 Maret 2026
  • Tahun Pajak GloBE: 1 April 2026–31 Maret 2027

Sesuai dengan ketentuan PMK 136/2024 dan PER 6/2026, kewajiban administratif PT A terkait GMT adalah sebagai berikut:

Kewajiban Administrasi

Dasar Ketentuan

Tanggal Jatuh Tempo

Permohonan Status WP GloBE

Paling lambat 9 bulan setelah akhir Tahun Pengenaan

31 Desember 2026

Penyetoran Pajak Tambahan DMTT

Paling lambat pada akhir Tahun Pajak GloBE

31 Maret 2027

Penyampaian Notifikasi & GIR

Paling lama 18 bulan setelah akhir Tahun Pengenaan (Khusus tahun pengenaan pertama)

30 September 2027

Pelaporan SPT Tahunan PPh DMTT

4 bulan setelah akhir Tahun Pajak GloBE (Perpanjangan 2 bulan)

30 September 2027

Topikglobal-minimum-tax
Penulis
Dewa Suartama
Diskusikan kasus Anda

Insight lainnya

Semua →
  • KOSTAF FIA UI Gelar Kompetisi Hingga Webinar Perpajakan Lewat Tax Goes To School 202626 September 2026
  • Tahapan Pendahuluan dalam Penerapan PKKU terhadap Transaksi Tertentu25 September 2026
  • RAPBN 2027 Disepakati, Penerimaan Pajak Ditetapkan Sebesar Rp2.593,35 Triliun25 September 2026
  • Banggar DPR dan Pemerintah Sepakati Anggaran Transfer Ke Daerah 2027 Tetap Rp735 Triliun25 September 2026
Layanan Kami
  • 01Tax & Accounting Services
  • 02Transfer Pricing Services
  • 03Global Minimum Tax (GMT) Services
  • 04Tax Manual & SOP Services
  • 05Tax Control Framework (TCF) Services
  • 06Payroll & PPh 21 Services
  • 07In House Training

Hubungi Kami

Untuk mengelaborasi Kebutuhan Pajak Anda dan mendapatkan gambaran ruang lingkup silakan berdiskusi atau menjadwalkan pertemuan dengan tim konsultan kami

Jadwalkan KonsultasiPilih waktu pertemuanWhatsApp+62 811 1992 0088Emailsolutions@ortax.org